Kebahagiian mu Menyakitiku
= = =>>patah Hati
Disaat patah hati, duniamu akan
terlihat gelap. Untuk terbangun di pagi hari dan menjalani aktivitas
sehari-hari saja rasanya sangat sulit. Perasaan pun akan terasa beku dan
kosong.
Orang yang kamu pikir akan
berada di hidupmu untuk waktu yang lama telah meninggalkanmu dan rencana
hubunganmu pun menjadi terlantar. Tidak ada yang salah jika kamu harus
bersedih selama seminggu, sebulan atau selama apapun yang diperlukan untuk
berduka atas hilangnya masa depan yang telah kamu rencanakan dengan orang itu.
Akan tetapi, pada akhirnya kamu
tetap harus melupakan mereka. Kamu harus berjalan terus dan itu lah bagian
tersulit dari suatu perpisahan.
Di awal perpisahan akan terasa
lebih mudah, karena kamu tahu bagaimana untuk bereaksi - menangis, menyantap
semangkuk besar es krim, mendengarkan lagu yang dia anggap sebagai “lagu kamu”
yang kamu ulang-ulang selama beberapa minggu. Kamu sadar bahwa apa yang kamu
miliki sudah berakhir dan kamu tahu kamu harus merasa sedih.
Ketika kamu akhirnya harus
membangkitkan diri dari perasaan-perasaan itulah yang membutuhkan kekuatan
terbanyak. Itulah momen diantara berduka akan tetapi hidup tetap harus berjalan
terus, dimana kamu harus memutuskan untuk akhirnya melepaskan, yang semuanya
terlihat 10 kali lebih susah.
Kamu harus membangun kekuatan
itu untuk tidak berbalik dan berlari lagi ke dalam pelukan mereka. Kamu harus
berhenti melihat-lihat akun media sosial mereka, berhenti mengizinkan dirimu
untuk melamun tentang mereka, dan berhenti berharap bahwa mereka akan mulai
memohon untuk permaafanmu, atau membuatmu jatuh cinta dengan mereka sekali
lagi.
Kamu harus mengerti kenyataan
bahwa hubungan kamu sudah gagal, kalian tidak cocok, waktu yang tidak pas, atau
orang itu bahkan sama sekali tidak berkemampuan untuk mencintaimu dengan cara
yang pantas.
Yang perlu disadari adalah
bahwa seseorang yang meninggalkan hidupmu pun sebenarnya tidak pantas untuk
berada di dalam hidupmu lagi. Seseorang yang memilih untuk menyakiti dan
meninggalkanmu tidak pantas untuk kamu pikirkan lagi.
Kamu boleh menangis, minum
beberapa botol bir, mencoba untuk memulai hubungan baru dengan seseorang dan
memuaskan diri dengan semua lagu cinta yang penuh daya pada playlist-mu, tapi
sadarlah jika memang sudah waktunya untuk meninggalkannya dan fokuskanlah
energimu pada hal-hal yang lebih baik.
Ingatlah pelajaran yang telah
kamu dapatkan dari hubungan itu, mengapa kamu bisa gagal, mengapa mereka tidak
cocok untukmu, dan lakukan apa yang menurutmu terbaik untuk dirimu sendiri.
Pada saat kamu sudah meninggalkannya, semuanya sudah untuk dirimu sendiri.
Walaupun hatimu sedang
memberitahumu betapa kamu menginginkan mereka untuk kembali, atau kamu masih
tetap ingin menangis untuk mereka, tetapi sadarlah bahwa melepaskan orang
itu pada akhirnya akan membuat kamu menjadi jauh lebih baik.
Percayalah, akan terasa
jauh lebih baik untuk mengingatkan dirimu bahwa kamu lebih baik tanpa mereka,
daripada terus-terusan berpikir apakah mereka akan kembali padamu. Akan lebih bermanfaat
untuk berlanjut membangunkan hidupmu daripada terjebak menunggu mereka untuk
kembali ke dalamnya.
Belilah sesuatu yang bagus
untukmu, sibukkanlah dirimu dengan aktivitas-aktivitas, bekerja dan hasilkan
uangmu sendiri. Mulailah sebuah rutin olahraga baru, rencanakanlah sebuah
perjalanan dengan teman-temanmu, atau bahkan pergilah berkencan dengan orang
baru. Lakukanlah hal-hal yang bisa menguatkanmu dan membuatmu lupa apa yang
kamu sedihkan pada awalnya.
Pada akhirnya, mereka hanyalah
akan menjadi sebagian dari masa lalumu yang sudah kamu lupakan jauh-jauh hari.
Tetaplah kuat karena kamu pasti akan melupakan dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar